Kajian terhadap indeks kerentanan pesisir menunjukkan bahwa 22% garis pantai Bali tergolong "Sangat Rentan" dan 26% berstatus "Rentan” terhadap erosi, banjir pesisir, badai, serta kenaikan permukaan air laut.
Garis pantai Bali menyusut dari 668,84 km pada tahun 2016 menjadi 662,59 km pada tahun 2021, hilangnya daratan sejauh 6,05 km dengan laju erosi rata-rata 1,21 meter per tahun. Laju penyusutan ini menempatkan Bali sebagai salah satu wilayah dengan garis pantai yang hilang paling cepat di dunia. Di kawasan pesisir Kuta dan sekitarnya, termasuk Tanjung Kelan, data Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida mencatat kemunduran garis pantai mencapai 25 hingga 30 meter.
Kerusakan ini diperparah oleh alih fungsi lahan dan pembangunan infrastruktur pesisir (seperti pelindung beton, pelabuhan, dan perluasan sarana pariwisata) yang memotong jalur alami aliran pasir (littoral drift).
Melalui aksi ini dilakukan kolaborasi penanaman pohon Mangrove oleh PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk sebagai kontributor. Sebagai perusahaan jasa transportasi laut yang berlokasi di KUB Tanjung Sari Kelan, Kabupaten Badung, Bali. Aksi keberlanjutan yang sejalan dengan SDG 13 dan SDG 15 ini menjadi bentuk tanggung jawab sosial lingkungan (CSR) serta komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan perusahaan dalam membantu mengatasi kondisi ekologis di Bali. Mempertimbangkan kondisi geografis area tanam, bersama petani mangrove lokal penanaman mangrove dilakukan dengan metode ajir untuk mendapatkan survival rate terbaik.
Mangrove Kelan, Bali

Berdonasi sebagai pribadi tanpa membuat akun melalui QR di atas atau transfer ke rekening:
Bank BRI a.n Yayasan Aksikita Untuk Bumi
Harap lakukan konfirmasi donasi. Donasi tanpa konfirmasi akan digunakan untuk dukungan pengembangan platform.
Saatnya ikut berkontribusi dalam menjaga ekosistem di Indonesia dengan merencanakan program green campaign bersama aksi bumi. Mulai berdiskusi dengan tim aksi bumi untuk memberikan dampak yang berkelanjutan